Respirasi Selular

Posted on Desember 13, 2010

0


Respirasi Sel

Pada umumnya respirasi diartikan sebagai pertukaran gas, yang berarti adanya pertukaran gas o2 dengan gas CO2 antara organisme dengan lingkungannya. Pertukaran gas ini sangat penting untuk metabolism makhluk hidup yang membutuhkan energy dari kebutuhan gas O2 dan dihasilkan CO2

Yang akan kita bahas kali ini adalah mekanisme sel untuk berespirasi. Respirasi sel disini berbeda dengan respirasi pertukaran gas. Namun respirasi sel lebih kompleks dengan menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh organisme.
Apakah Respirasi Sel?

Sel hidup membutuhkan transfusi energi dari sumber-sumber luar untuk melakukan tugas-tugasnya yang banyak, misalnya memompa zat melalui membran, bergerak dan bereproduksi sel. Untuk semua kegiatan itulah karenanya sel membutuhkan energi yang didapatkan dari hasil fotosintesis.

Respirasi menguraikan bahan bakar dari fotosintesis untuk mengasilkan ATP. Produk-produk buangan dari tipe respirasi ini, yaitu karbondioksida dan air yang nantinya akan menjadi bahan baku dari fotosintesis. Lalu bagaimana sel memanen energi kimia yang tersimpan dalam molekul organik dan menggunakannya untuk menghasilkan ATP (molekul yang menggerakkan sebagian besar kerja seluler) ?
Respirasi terbagi menjadi 2 macam yakni respirasi aerob dan respirasi anaerob? Tahukan apa yang dimaksud respirasi aerob dan anerob? Respirasi Aerob adalah respirasi yang pada prosesnya membutuhkan bantuan oksigen, sedangkan respirasi anaerob adalah kebalikanya, yakki tidak membutuhkan oksigen.

Tahap-tahap Respirasi Sel
Respirasi adalah fungsi kumulatif dari empat *ada juga yang hanya menyebutkan 3* tahap metabolik:
1. Glikolisis
2. Dekarboksilasi Oksidatif
3. Siklus Kreb (selalu inget sama Mr Krab-nya Spongebob)
4. Transfer Elektron
Berikut penjelasannya:

Glikolisis
Kata Glikolisis berasal dari kata glycolysis yang berarti “pemecahan gula”. Glikolisis adalah fase awal dari respirasi dimana bahan baku respirasi yakni sejenis gula berkarbon enam(1 molekul glukosa) yang kemudian diuraikan atau dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Bertempat di Sitosol. Bagannya :


 

Pada akhirnya, semua karbon yang awalnya terdapat dalam glukosa menjadi berada dalam dua molekul piruvat ; tidak ada CO2 yang dilepaskan selama glikolisis. Terjadinya glikolisis tidak bergantung dari ada tidaknya O2, akan tetapi jika O2 memang ada, energi kimia yang disimpan dalam piruvat dan NADH dapat diekstraksi oleh fase berikutnya. Berdasarkan hal tersebut maka glikolisis digolongkan sebagai tahap yang diilakukan secara anaerob.
Jadi hasil akhir glikolisis adalah:

Dekarboksilasi Oksidatif
Disebut juga fase antara, karena molekul asam piruvat dari tahap glikolisis diubah menjadi molekul asetil koenzim A. Bertempat di Matriks Mitokondria

Hasil diatas terjadi apabila DKO berlangsung secara aerob, namun tidak tersedia O2 maka berlangsung secara anaerob sehingga asam piruvat diubah menjadi asam laktat+H2O+2 ATP, panas.

Siklus Kreb
Terjadi di Matriks Mitokondria.

Transfer Elektron

Bertempat pada krista mitokondria. Pada transfer elektron terjadi perpindahan elektron dari satu akseptor ke akseptor lain.
H2NADH2FADH2QSitokromO2H2O
Catatan
Konversi 1 NADH2 = 3 ATP
1 FADH2 = 2 ATP
1 GTP = 1 ATP

Tahap Energi yang langsung diperoleh Energi yang diperoleh melalui transfer energi
Glikolisis
Dekarboksilasi Oksidatif
Siklus Kreb 2 ATP
-
2 ATP 2 NADH2 = 6 ATP
2 NADH2 = 6 ATP
6 NADH2 = 18 ATP
2 NADH2 = 4 ATP
Total 4 ATP 34 ATP
38 ATP

About these ads
Ditandai:
Posted in: BIOLOGI